Tampilkan postingan dengan label SAJAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAJAK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Hanya Wanita

Aku hanya wanita
Yang ingin mencintaimu dengan sempurna
Seperti malam yang malang tanpa gelap
Laksana pagi yang hilang tanpa terang
Aku hanya wanita
Yang ingin mencintaimu dengan benar
Seperti bilangan ganjil dengan genap
Laksana detak jantung dalam hitungan
Aku hanya wanita
Yang ingin mencintaimu dalam nyata
Seperti bias dalam ruang hampa
Laksana cakrawala dalam semesta
Aku hanya wanita
Yang akan mencintaimu selamanya
Seperti setia angin kepada udara
Laksana kepatuhan hamba kepada Tuhanya
Aku hanya wanita
Yang akan selalu meneminu dalam doa

Secarik rindu yang bisu


Secarik rindu yang bisu

Sebait cinta yang kelam

Kau hilang bersama malam, lalu aku terbuang

Menghirup baumu hanya dari angan lalu menjelma menjadi kesakitan.

Apakabar sayang, hati ini semakin merana karena cinta yang tak terbalas

Apakabar cinta, hati ini kian beku tergelayuti rindu

Apa kabar rindu, hati ini mati bersama kisah yang salah

Aku mencitaimu lebih dari yang kau tahu

Lebih dari wanita manapun yang mencintaimu

Lebih dari raga manapun yang kau sentuh

Aku mati karenamu

Karena cinta yang kau bawa hanya berupa maya

Karena cintaku kau buang ketika nyata.

Namun aku tetap saja terdiam menatapmu

Tak mampu berpaling meski sakit kian membunuh

aku terikat dalam perjanjian cinta tak bernama

Jumat, 04 Maret 2011

Aku Datang Padamu


Aku datang padamu
Bersama bau malam yang gelisah
Mengaromai hasrat yang tak tertahankan
Membuka setiap tabir kapasrahan
Melucuti seluruh helai kapatuhan
Lalu bersamamu
Mengepakkan sayap
Terbang jauh
Menjajaki cinta
Cinta tak terbatas
Menyebrangi ruang
Menghentikan waktu
Membuat iri mayapada
Lalu purnamapun
menyembunyikan wajahnya yang merah
Aku datang padamu
Membawa madu cinta yang memabukkan
Mengajakmu mengelilingi keindahan
Mencicipi wangi surga
Tak terbendung
Lepaskan semua
Lalu melayang
Tak tentu arah
Namun kembali dalam cinta
Cinta yang tak terbatas
Mendobrak akal
Melumpuhkan nyata
Lalu bintangpun berlarian,
mencari kehangatannya sendiri
Aku datang padamu
Serupa bidadari yang kelelahan
Mencari perlindungan
Menyusuri dekapanmu yang hangat
Bergulat melawan dingin
Mencoba menarikmu pada satu asa
Hasrat yang jauh
Diatas jiwa yang telah melambung
Terlepas mengangkasa
Menyusuri langit ketujuh
Lalu terkulai dalam danau cinta
Cinta tak terbatas
Sedalam samudra
Setinggi nirwana
Lalu malaikatpun menutup mata
Bersembunyi dibalik sayapnya yang rapuh